26 Januari 2011

Hasil Blogwalking " Dibalik Kepintaran Orang-orang Yahudi"

| 26 Januari 2011 | 2 comments
Bookmark and Share


Setelah beberapa hari Blogwalking, tiba-tiba saya terhenti disebuah Blog, dimana terdapat sebuah artikel yang menyita perhatian dari saya.
Saya coba untuk membaca Artikel tersebut hingga selesai, hingga dapat saya simpulkan sebagai artikel yang patut untuk saya Posting kembali di Blog saya

pra-bayu.blogspot.com

Mengapa Bangsa Yahudi Bisa Sedemikian Pintarnya ???

Kalau anda membenci Negara Vatikan, lalu anda mengumumkannya ke banyak orang, secara tidak langsung anda mengajak bermusuhan kepada seluruh pemeluk agama Katolik. Karena disitulah pusatnya agama Katolik.

Begitu pula kalau anda membenci Negara Tibet, anda mengajak ribut pemeluk agama Budha. Karena di Negara itu hampir seluruh warga negaranya memeluk agama Budha.

Tapi kalau anda membenci dan mencaci maki Negara Israel alias Bangsa Yahudi, dijamin anda sependapat bahkan didukung oleh masyarakat dunia lainnya. Karena bangsa Yahudi memang pembuat onar dan suka dengan perbuatan menindas serta menganiaya. Herannya :


“ Bangsa yang hanya secuil gitu doank kok tidak ada yang dapat Melarang dan Menghentikannya ya ??? “

Maka timbul sebuah pertanyaan besar, Mana PBB dan seluruh organisasi kemanusiaan Dunia ??? Jawabannya hanya dengan beberapa kalimat saja :


Karena bangsa Yahudi adalah salah satu bangsa yang menguasai Dunia karena Kecerdasan dan Kelicikannya baik dari segi Sains, Bisnis, maupun Teknologi. Mana ada yang berani ???

Dan saya tidak membahas dari segi liciknya, namun saya akan membahas dari segi Kenapa Orang-orang Yahudi itu pintar sehingga bisa menguasai dunia ??!!! Dan yang Paling Penting, Bagaimana kita bisa mencontoh darinya (dari sisi Positifnya) ???!!! "seluruh bangsa Indonesia wajib baca artikel ini nich"


Sebelum anda baca artikel ini lebih lanjut, Sebetulnya artikel ini panjang dan butuh konsentrasi khusus. Apabila anda sedang chatting sambil ngakak-ngakak, atau Facebukan untuk ngomentarin status-status teman, sedang download lagu dan film, atau lagi ngeliat-ngeliat gambar. Please.. STOP !!! Baca artikel ini sampai selesai. Baru anda boleh melanjutkan kegiatan anda tadi. Oke ?? . Sebelum benar-benar dimulai, artikel ini dapat selesai setelah megumpulkan 4 sumber materi yang saya dapatkan, adalah sebagai berikut :

1. Artikel Dr Stephen Carr Leon tentang Thesis Phd-nya yang dibuatnya menurut pengamatannya selama 8 tahun di Israel.
2. Seminar Quantum Life Transformation yang saya ikuti dengan pembicara Adi W Gunawan. (#1 The Re-Educator & Mind Navigator).
3. Buku di Gramedia yang menguak tentang kebusukan bangsa Yahudi.
4. Buku Born To Be Genius.
5. Pembicara Ibu Roesmiati Soepandji di seminar QLT juga (Ibu dari Jaksa Agung yang sekarang ; Hendarman Soepandji).

Baiklah mari kita mulai lanjutkan mengenai judul diatas.

Dr Stephen Carr Leon menghabiskan masa 3 tahun di Israel untuk menjalani housemanship di beberapa rumah sakit disana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik untuk dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Orang Yahudi Pintar ?”

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya orang Yahudi begitu pintar ? Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka ? Apakah ini suatu kebetulan ? Atau hasil usaha sendiri ? (pertanyaan yang sama dalam benak saya, kenapa setiap orang sukses tak lepas dari Bangsa Yahudi !). Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Dengan tekadnya yang bulat maka dimulailah pengamatannya itu. Masa Kehamilan sang ibu. Begitu wanita Israel yang mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung anak, maka langsung sang ibu tersebut sering bernyanyi dan bermain piano dan juga membeli buku matematika.

Bermain Piano dan Bernyanyi bertujuan untuk mempengaruhi suasana hati bawaan si bayi tersebut ketika lahir. Dengan bernyanyi dan bermain piano, maka sang ibu akan merasakan ketenangan. Diharapkan sang bayi akan memiliki karakter bawaan yang tenang dan berfikir matang ketika menghadapi masalah hidup nantinya.

Sedangkan mengerjakan soal matematika bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan otak bayi yang ada dalam kandungannya. Agar anak mereka terlahir dengan otak jenius. Dan para ibu Yahudi yang tengah mengandung, terus menerus mengerjakan soal matematika yang ada sampai tiba saat melahirkan. Kadang mereka mengerjakan bersama suaminya dan bertanya kepada saudara-saudaranya bila terdapat soal yang terasa sulit.

Artinya mereka tidak melatih kecerdasan otak anak mereka dari kecil, balita, ataupun dari umur 3 bulan, melainkan sejak berada dalam kandungan !
Sebuah perencanaan yang dalam sekali !


Melihat Cara makan Orang Yahudi :

Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala (sekali lagi, tanpa kepala!) bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan.

Sama seperti kebiasaan orang Jepang yang jenius juga dalam kerajinan memakan daging ikan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung, ialah mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya. Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Perinsip : “ kalau sudah makan ikan, tidak boleh ada daging yang dimakan bersamaan “ ternyata sama dengan perinsip makannya Rasullullah S.A.W "

Mereka juga akan makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah orang Yahudi, Anda akan dihidangkan buah-buahan terlebih dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (Nasi atau Roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk, Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di Sekolah.

Ternyata makan buah dahulu baru nasi, akan menyebabkan buah busuk. Karena proses pencernaan makanan di dalam perut kita itu memakan waktu yang lama. Sehingga akan membuat buah mengalami antrian yang panjang sampai akhirnya dia keburu busuk duluan. (Pernah membiarkan apel yang sudah terkelupas khan ? lama-lama akan kuning dan bisa membusuk khan ? itu hanya didiamkan dan terkena udara loh…bagaimana kalau dicampur olahan makanan di dalam perut kita ? Sudah pasti busuk duluan sebelum dapat diproses. Jadi istilah “makan buah setelah makan nasi” sebagai pencuci mulut itu SALAH. Makan buah sebelum makan nasilah yang benar, bukan setelah makan nasi. Percuma)

Melihat Perkembangan Anak-Anak Yahudi :

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (Code Oil Lever).

Kacang Badam = Kacang Almond, atau Buah Almond, mirip dengan Buah Persik dan Aprikot, hanya saja daging buahnya dibuang saat dipanen, sehingga hanya menyisakan bijinya, karena itu disebut sebagai kacang.

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka memahami tiga bahasa: Hebrew, Arab dan Inggris. (Ternyata mempelajari sesuatu yang baru itu menyeimbangkan kedua belah otak kita. Contohnya ya seperti mempelajari bahasa yang berbeda-beda).

Sejak kecil pula mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi. Musik yang mereka dengarkan ya musik yang bisa menambahkan kecerdasan otak mereka. Yaitu musik yang lagak-lagak bethoven gitu.


(Ternyata sesuai dengan yang dikatakan Adi W Gunawan di buku Born To BE Genius)

Masa kanak-kanak :

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!” katanya. Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi, olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka.

Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara. Saya pernah membaca buku (saya lupa judulnya) yang mengatakan : kalau anak-anak yang jago dalam hal olahraga, biasanya mereka mempunyai kemampuan mengambil keputusan yang cepat, karena otak mereka terlatih bergerak cepat, terlepas dari bagus atau tidaknya prestasi mereka disekolah.

Sekolah Tinggi :

Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apalagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yg diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Dr Stephen Carr Leon sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi.

Di akhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Dam mereka harus mempraktekannya. Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap kelompok) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta! Fantastic Bukan.... Itulah kenyataannya. Entrpreneurship dan networking digelorakan.

Rokok, bagi mereka adalah sesuatu yang hal Tabu.

Bila Anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (Bodoh). Suatu penemuan dari saintis gen dan DNA Israel.

Smoking-Kills-Gun-l

Jadi merokok merupakan sesuatu yang kejam dan menjijikan bagi orang Israel ! Perbuatan terkutuk dan kejam bagi mereka mungkin. Karena bukan saja merusak gen untuk keturunannya, tapi juga merusak gen orang-orang yang ikut menghirupnya.

Bandingkan dengan Indonesia !!!

Di jalanan, di angkot, di mall-mall, di warteg, di kampus, bahkan di beberapa TERAS MASJID yang pernah saya kunjungi. (Coba di tempat ibadah, malah ada perusak generasi bangsa, yang namanya rokok), Kalau mau Negeri ini berubah dan anak bangsa kita cerdas-cerdas, hilangkan kebiasaan merokok. Jangan menyalahkan pemerintah dulu dech… para orang miskin jangan cuma bisa menuntut pemerintah banyak melakukan korupsi dech… Rokok dulu tuh hilangin ! (Uang rokok mendingan buat beli beras).

Jadi mahasiswa jangan belagu ikutan demo-demo dech, kalau masih gelantungan di bis sambil ngebulin asap rokok ! Apalagi kalo masih anak sekolahan. Para ustad-ustad di pesantren tolong dilepas tuh sorban, kalo masih ngebulin asap rokok ! (Ustad yang gak ngerokok jangan ngamuk ya...), Kalau anda perokok yang jadi tersinggung dengan bagian diatas, Silahkan Tinggalkan Komentar pada Blog ini, kalau anda bisa memberikan contoh bangsa yang sukses dan maju dengan disertai budaya merokok yang mewabah. Tidak bakalan ada


Baiklah...

Mari kita bersama-sama simpulkan kenapa Bangsa Yahudi bisa amat sangat cerdas sehingga bisa menguasai dunia, baik dari segi kepintaran, teknologi, maupun perekonomian. Dan berikut adalah kesimpulan yang dapat saya ambil.

1. Melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses dan ketekunan dalam membina generasi penerus. (kesimpulan Dr Stephen Carr Leon).

2. Para orang tua bangsa Yahudi mengerti bahwa melatih anak menjadi cerdas, bukan saat anak mereka umur belasan tahun ataupun masih kecil, tapi saat anak mereka masih di dalam kandungan ! Mereka mengerti baik karakter dan kepintaran anak, tergantung dari aktivitas apa yang para ibu lakukan sewaktu mengandung anak tersebut. (Ini kesimpulan saya dari perkataan Ibu Roesmiati Soepandji).

3. Mereka mengharamkan rokok !!!


Jika anda suka dan merasakan manfaat dari artikel ini, anda bisa membantu membenahi bangsa ini dengan berbagi artikel ini melalui facebook ataupun media yang anda anggap mudah dilihat dan mudah untuk dibaca.

Comments
2 Comments

2 comments:

Anonim mengatakan...

mantap... saya suka itu... Itung2 mengurangi kemiskinan dan melahirkan insan2 yg pintar di indonesia..Krn tdk py kerjaan mknya tau menuntut aja gini gono ama pemerintah.. Rakyat kita yg bodoh,disuruh KB mah gak mau..Kalo anak selusin gmn mo memberikan gizi yg terbaik utk anak2, dan memberikan nutris saat kehamilan kalo kemiskinan tetap melanda negeri tercinta ini..Mudah2an artikel ini dibaca juga sama org laen selain saya..

blogtono354 mengatakan...

okey salut banget ama artikel ini. gue setuju apalagi kalau berani mengharamkan rokok bagi diri sendiri. bangsa ini capek jadi bangsa miskin, melarat bodoh dan disepelekan bangsa lain.

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
© Copyright 2010. pra-bayu . All rights reserved | pra-bayu is proudly powered by pra-bayu.blogspot.com | | My Ping in TotalPing.com |
pra-bayu.blogspot.com Webutation